Monday, January 5, 2009

Arti tersembunyi dari sabda bahagia, part 2

Ketika memperbandingkan antara versi Matius dan Lukas, saya sada bahwa peruntukan versi Matius di peruntukkan untuk para pembaca umum. Didalam versi Matius, saya merasakan motivasi yang luar biasa datang dari versi tersebut, seakan-akan Yesus sedang berkata kepada saya langsung, dan mengatakan bahwa semua kesedihan, kesengsaraan, dan kekecewaan saya akan segera sirna.

Tetapi ketika membaca versi Lukas, saya seakan diajak untuk mengerti lebih dalam apa yang Yesus sebenarnya maksudkan dengan mengatakan sabda bahagia tersebut. Dan dari hasil perenungan saya, saya melihat bahwa ada prinsip-prinsip psychologi dan hukum alam yang terkandung didalam sabda bahagia tersebut. 

Mari kita bahas tentang "Berbahagialah mereka yang miskin, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga".  

Pembahasan umum seringkali membahas bahwa orang miskin harta lebih punya akses kepada kebahagiaan sorga.  Jika hal itu benar, maka orang miskin harta, pastinya adalah orang-orang suci, karena mewarisi kerajaan sorga. Tetapi apakah kenyataannya demikian? banyak orang miskin justru tidak tahan dengan kemiskinannya menjadi lebih jahat daripada seekor binatang dan berkelahi karena hal-hal yang sepele. Sebaliknya ada orang kaya, dengan kekayaannya mampu menafkahi sekian ratus keluarga, dan membuat masyarakat lebih maju dari sebelumnya.

Menurut yang saya pahami, miskin disini bukan berarti miskin harta tetapi berarti tidak merasa kepemilikan.  Yesus ingin mengatakan kepada kita bahwa sebenarnya harta, teman, keluarga yang kita pikir kita miliki adalah ilusi kita sendiri tentang kepemilikan. Tidak ada satupun dari hal tersebut yang kita miliki. 

Lho kok bisa begitu? coba sekarang kita urut, kita ambil contoh 'tanah', kenapa tanah yang anda miliki disebut sebagai tanah anda? tentu saja karena ada sertifikat yang tertulis nama anda sebagai pemiliknya bukan?

Lalu siapa yang mengeluarkan sertifikat tanah tersebut, pasti pemerintah. Dan pemerintah adalah sekumpulan orang yang beraktifitas melalui garis-garis besar konstitusi. Apa itu konstitusi? konstitusi adalah konsep dasar pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi 'Negara' dijalankan, dan dibentuk melalui konsensus atau kesepakatan bersama orang-orang yang terlibat didalamnya. Sampai disini apakah anda bisa memahami?

Nah, jika diurut demikian, properti anda adalah milik anda adalah hasil perjanjian antara anda dan organisasi negara yang mewakili seluruh manusia yang tergabung didalamnya. Apabila suatu saat organisasi berubah, dan tidak mengakui tanah anda, apakah anda masih bisa disebut memilikinya?

Kemudian, apa hubungannya dengan 'orang miskin' yang Yesus sabdakan?

Bersambung....

0 comments: