Wednesday, February 18, 2009

Rahasia dibalik pelayanan

Pelayanan kepada orang lain, mempunyai dasar-dasar hukum alam yang logis dan sangat akurat. Tidak semua orang menyadarinya, tetapi bagi siapa saja yang sadar akan bagaimana hukum-hukum ala ini bekerja , sudah pasti dia akan sukses di bidang apapun juga yang dia tekuni.

Kenapa kita harus melayani untuk sukses, bukankah kita ingin sukses karena ingin dilayani bak raja?

Itulah pertanyaan umum yang sering ditanyakan kepada saya ketika saya memaparkan dalil-dalil pelayanan untuk sukses. Walaupun kelihatannya remeh, dan semua orang sudah tahu, tapi saya yakin hanya segelintir orang yang mengerti bagaimana pelayanan itu dapat membuat seseorang sukses.

Konsep pelayanan sendiri mendasarkan pada beberapa hukum alam yang bekerja secara simultan atau bersama-sama. Ada tiga hukum alam yang saya tekankan dalam diskusi kita kali ini, yang pertama adalah hukum sebab-akibat, kedua hukum kelimpahan, ketiga hukum kelembaman (inertia).

Hukum alam pertama, Sebab-akibat, tentu anda semua sudah tahu, apa yang kita lakukan pada orang lain dapat kembali kepada kita. Jika kita bersikap manis dengan orang lain, orang lain akan bersikap manis kepada kita. Jika kita menanam jagung, tentu saja hasilnya jagung bukan kedelai. Jika kita berbuat jahat pada orang lain, tentu saja kita suatu saat akan menerima pembalasan dendam.

Nah, ketika hukum sebab-akibat sedang berjalan, ada hukum lain yang juga berjalan, yaitu hukum kelimpahan. Kelimpahan disini berarti bertambah banyak, berlimpah-limpah, sering orang-orang menganggap kelimpahan itu dalam hal rejeki, kebahagiaan dsb. Tetapi hukum kelimpahan sendiri tidak berarti rejeki dan kebahagiaan saja, kelimpahan disini berarti apapun yang kita lakukan akan kembali kepada kita berlipat-lipat

Bayangkan jika anda berbuat jahat pada orang, apakah orang tersebut cenderung akan membalas perbuatan anda dengan seimbang, ataukah dia cenderung membalas lebih kejam daripada yang anda lakukan?

Jika seseorang kecewa pada sebuah produk, apakah dia cenderung akan menyimpan kekecewaan sendiri atau menyarankan orang lain agar tidak membeli produk itu?

Disini anda lihat, bahwa hukum sebab-akibat dan kelimpahan turut berperan secara bersamaan. Kejahatan yang kita lakukan pada orang lain akan kembali kepada kita berlipat-lipat dalam bentuk yang terduga dan tidak terduga. Sebaliknya, apabila kita berbuat baik kepada orang lain, kebaikan yang kita sebarkan juga akan kembali kepada kita berlipat-lipat dalam bentuk yang terduga dan tidak terduga.

Dua hukum alam tersebut sebetulnya sudah dapat menjadi alasan untuk berbuat baik dan melayani, tetapi hukum alam yang ketiga yaitu hukum inertia atau kelembaman akan membuka mata anda akan realitas yang sesungguhnya di balik konsep pelayanan dan juga konsep dasar ilmu marketing atau pemasaran.

Berlanjut di Misteri marketing

0 comments: