Tuesday, March 17, 2009

“Kasih itu melemahkan???”

Pernahkah anda mendengar pepatah yang mengatakan “bila anda ditampar pipi kiri anda, berikan pipi kanan anda?” atau anda pernah mendengar “ Maafkanlah dan kasihilah musuh anda” ? Saya yakin anda telah mendengar, membaca dan mendiskusikan pepatah-pepatah tersebut berulang-ulang kali dalam masa kehidupan anda. Pernahkah anda berpikir bahwa ungkapan dan pepatah tersebut salah, tidak bisa dipraktekkan dan cenderung membuat anda menjadi korban orang lain?

Dalam kehidupan didunia ada sebuah hukum alam yang digambarkan dengan jelas dalam buku seni berperang(The art of war) karya Sun Tzu, seorang jenderal dari daratan Tiongkok di era negara berperang ( kurang-lebih 500 tahun sebelum masehi). Sang jenderal menggambarkan dunia ini penuh dengan konflik kepentingan untuk bertahan hidup,dan hukumnya hanya satu, ‘Yang kuat yang menang, tidak ada tempat bagi orang lemah’. Bahkan hingga sekarang kebenaran dari hukum ini masih terasa.

Tetapi kegiatan kasih, seakan-akan membalik kenyataan hukum tersebut. Kita dianjurkan untuk melindungi yang lemah dan memberikan pelayanan pada yang tidak mampu. Bahkan kita dianjurkan untuk mengorbankan diri kita untuk kebaikan orang lain.

Seringkali karena melihat kebaikan hati kita, tiba-tiba disekeliling kita muncul orang-orang bermulut manis yang ingin memanfaatkan kita dan mengambil keuntungan dari kita. Padahal, ketika kita susah dan lemah, teman-teman kita tersebut banyak yang lari dan menghindar dari kita.

Lalu apakah kasih dan kegiatan berdasarkan kasih tidak realistis dan cenderung mencelakakan kita?

Kasih mendasari semua jenis pelayanan, justru karena kasihlah kita mempunyai kekuatan untuk mencapai hal-hal yang mustahil sebelumnya. Hukum siapa kuat dia yang menang tidak berubah. Tetapi kasih dan kegiatan berdasarkan kasih, akan membuat anda dan orang lain yang anda kasihi menyatu. Kesatuan ini membuat anda kuat.

Karena kasih, anda dan orang lain berbagi kelemahan dan kekuatan. Ketika anda mengasihi keluarga anda, keluarga anda akan berbagi kelemahan dan kekuatan dengan anda. Pada akhirnya kesatuan keluarga anda membuat anda tidak sendirian dalam menghadapi tantangan hidup. Ketika melakukan sesuatu bersama-sama, beban kehidupan anda akan terasa ringan, dan tingkat keberhasilan anda untuk memenangkan kehidupan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya

Jadi, jika anda berpikir kasih itu lemah…..pikirkanlah sekali lagi.


0 comments: