Agama dan Reiki

Reiki adalah fenomena, yang disadari oleh sensei Usui usai menjalankan praktik meditasi selama 21 hari berturut-turut, dalam tujuannya mencapai pencerahan. Tentu saja, praktik meditasi yang di lalui oleh sensei Usui, berkaitan erat dengan kepercayaan dan olah spiritual dari sensei Usui, yaitu Tendai Budhism. Tetapi, apa yang di temukan oleh sensei Usui, adalah suatu fenomena yang disadarinya, secara langsung dan kasat mata. Fenomena, yang sebenarnya semua orang bisa menyadarinya jika dia cukup peka untuk bisa merasakanya ataupun melihatnya.

Ibarat gelombang radio sebelum di sadari dan ditemukan, sebetulnya sudah ada di alam, hanya saja tidak ada yang mampu menyadarinya karena belum ada metode ataupun instrumen yang bisa dipakai untuk membuktikan keberadaan gelombang radio. Sampai akhirnya, Heinrich Hertz membuktikan keberadaan gelombang radio pada akhir 1880an dengan instrumen ciptaannya. Sama juga dengan Reiki, yang di temukan dan disadari oleh sensei Usui, suatu fenomena yang sebetulnya sudah ada sebelumnya di alam, tapi belum disadari oleh kebanyakan orang, karena belum ada metode ataupun instrumennya, tetapi sensei Usui, mampu menyadarinya semata-mata karena kepekaan sarafnya dalam kondisi puncak seusai menjalani puasa 21 hari di gunung Kurama. Bahkan sensei Usui percaya, bahwa suatu saat akan ditemukan alat yang mampu membuktikan keberadaan Reiki kepada kalayak umum, tanpa harus melatih kepekaan terlebih dulu.

Praktik Reiki, tidak membutuhkan sugesti, ataupun kepercayaan pada dewa ataupun Tuhan, sebab setelah sang praktisi menyadari keberadaan Reiki, dia pun segera mampu menyalurkan Reiki dari telapak tangan. Karena itu, proses attunemen dalam Reiki, sebetulnya hanya sekedar memperkenalkan keberadaan Reiki kepada seseorang, dan segera setelahnya mampu mengalirkan Reiki  untuk kesehatan dirinya dan orang lain.

Untuk lebih lanjut, dapat di baca di link berikut: Perihal reiki



0 comments: